6 Manfaat Sinar Matahari Bagi Tubuh Anda

6 Manfaat Sinar Matahari Bagi Tubuh Anda

Matahari menjadi sumber utama sinar ultraviolet beta yang membentuk vitamin D sehingga vitamin ini berlimpah di Nusantara. “Untuk durasi berjemurnya dapat dinaikkan bertahap, dari 5 menit sampai Slot Online 15 menit. Aktivitas berjemur bisa dilakukan dengan frekuensi 2-3 kali dalam seminggu,” sarannya. Rumah123.com akan memberikan artikel menarik mengenai gaya hidup yang terkait rumah.

Dan UV B ini gelombangnya lebih pendek, didaerah khatulistiwa sekitar jam 10.00 WIB sinar matahari ini sudah ada. Ketika ultraviolet B masuk ke tubuh akan membawa provitamin B3, bersama dengan kolesterol di bawah kulit manusia B3 akan membentuk D3. Vitamin D3 juga memiliki fungsi antara lain, yaitu mencegah kanker dan penyakit autoimun.

Kalsium dan fosfor yang berhasil diserap akan menjadikan tulang di tubuh menguat dan pertumbuhan fisik akan bisa terjadi dengan baik. Penting untuk diperhatikan bahwa waktu berjemur sebaiknya dilakukan pada jam 10.00 Pagi hingga 11.00 siang. Beberapa studi mengatakan jika berjemur pada waktu tersebut, tubuh akan terpenuhi dengan asupan vitamin D dalam jumlah yang cukup. Begitu juga pada saat berjemur, sebaiknya dilakukan dengan kurun waktu 10 sampai 15 menit saja tujuannya untuk mencegah kerusakan pada kulit akibat paparan sinar UV yang berlebihan.

Vitamin D berfungsi untuk merangsang penyerapan kalsium dan fosfor yang dapat memperkuat tulang. Sebuah hasil penelitian menyatakan bahwa kandungan vitamin D3 dari sinar matahari ternyata memiliki peran penting untuk kepadatan tulang. Vitamin D3 adalah vitamin larut dalam lemak yang terbentuk selama proses pembuatan vitamin D saat sinar matahari mengenai kulit.

Proses membuat ikan asin memanfaatkan sinar matahari, pembuatan garam, dan proses pengawetan makanan lainnya. Sejak dahulu, manusia memanfaatkan sinar matahari untuk menjemur sesuatu seperti makanan dan pakaian. Sangat sulit ,terutama jika Anda menghabiskan waktu tengah malam untuk menonton acara TV kesukaanmu. Sinar matahari adalah insulin alami yang memberikan kemudahan penyerapan glukosa masuk ke dalam sel-sel tubuh. Hal inilah yang merangsang tubuh untuk mengubah gula darah menjadi glycogen, yang kemudian disimpan di hati dan otot. Menurut studi yang dilakukan oleh Journal of Investigative Dermatology,sinar matahari menyentuh kulit, senyawa yang disebut nitric oxide dilepaskan ke dalam pembuluh darah.

Pentingnya matahari untuk kesehatan tubuh

Mama juga bisa membaca artikel lain dari Nutriclub mengenai “cara mendapatkan cukup vitamin D selama si Kecil di rumah”. Sinar UV matahari membantu pembentukan nutrisi yang penting bagi tulang, sel, darah dan sistem imun pada tubuh. Selain itu, di tengah pandemi virus corona ini peneliti menyebutkan bahwa dengan berjemur di bawah sinar matahari ternyata ampuh menghindarkan kita terkena virus dari Wuhan ini. Paparan sinar matahari dapat membantu menekan sistem kekebalan yang terlalu aktif, yang bisa menjelaskan mengapa sinar matahari digunakan untuk mengobati penyakit autoimun seperti psoriasis. Dilansir dari Lifehack, Matahari merupakan sumber vitamin D yang sangat baik untuk meningkatkan penyerapan kalsium dan fosfor pada tubuh.

Tampaknya vitamin D adalah salah satu hormon yang paling kuat untuk mengatur tekanan darah. Oleh karena itu pentinnya untuk tetap mendapatkan asupan sinar matahari yang cukup. Pukul eleven.00 sinar ultraviolet B sudah banyak, jadi cukup lima menit saja berjemur. Semakin siang, semakin sedikit waktu yang diperlukan dan lakukan tiga kali seminggu saja.

Percaya atau tidak, metode ini memiliki tingkat keefektifan hingga 40% lho. Ketika cahaya mentari mengenai mata dalam jumlah yang cukup, maka saraf optik mengirimkan pesan ke otak agar memproduksi melatonin . Jadi bukan hanya vitamin D saja yang jadi meningkat kadarnya karena sinar UV, melainkan melatonin juga. Hal itu dikarenakan saat pagi hari dan mencium udara pagi membuat tubuh menjadi tenang. Tidak hanya tubuh saja yang tenang, namun hati dan pikiran pun menjadi tenang, Sehingga bangun pagi cocok dijadikan sebagai sarana relaksasi. Orang yang bangun siang pun rasanya masih ogah-ogahan untuk bangun, berbeda dengan orang yang bangun pagi.

Comments are closed.